Apa yang dimaksud dengan siksa kubur

Jakarta -

Bekal terbaik yang dibawa muslim untuk alam kuburkelak adalah amal sholehnya. Sebab, satu-satunya yang senantiasa mengiringi jenazah adalah amalnya sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

يتْبعُ الميْتَ ثلاثَةٌ: أهلُهُ ومالُه وعمَلُه، فيرْجِع اثنانِ ويبْقَى واحِدٌ: يرجعُ أهلُهُ ومالُهُ، ويبقَى عملُهُ

Artinya: Mengiringi mayat (ke kuburannya) diikuti oleh tiga perkara. Maka pulang kembali dua perkara dan tetap tinggal bersamanya satu perkara. Mayat diiringi oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Maka pulang kembali keluarga dan hartanya dan tetap tinggal amal perbuatannya," (HR Bukhari dan Muslim).

Penulis dalam situs Kemenag Kanwil Tangerang A. Hasanuddin HR mengatakan, amal sholeh tersebut dapat dilakukan dengan menjaga salat 5 waktu, bersedekah, membaca Al-Qur'an, maupun memperbanyak zikir. Di samping itu, ada sejumlah amal lain yang diharapkan dapat mengurangi siksa kubur.

  • Membaca Surah Al Mulk

Melansir tulisan Abu Utsman Kharisman dalam Biografi dan Akidah Imam Al-Muzani, membaca surah Al Mulk tiap malam menjelang tidur menjadi salah satu amalan penyelamat seseorang dari siksa kubur. Dasar keterangan tersebut dinukil dari salah satu hadits yang dishahihkan oleh al Hakim dan adz Dzahaby. Dari sahabat nabi Ibnu Mas'ud RA:

من قَرَأَ ( تبَارك الَّذِي بِيَدِهِ الْملك ) كل لَيْلَة مَنعه الله بهَا من عَذَاب الْقَبْر وكنّا في عهد رسولِ الله -صلّى الله عليه وسلّم- نسمّيها المانعة

Artinya: "Barangsiapa yang membaca Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surah Al Mulk) tiap malam, Allah SWT akan mencegahnya dari siksa kubur. Kami (para sahabat) di masa Rasulullah SAW menamakannya (surat) Al Maani'ah (yang mencegah dari azab kubur)," (HR An Nasa'i).

Ibnu Abbas RA pernah meriwayatkan kisah tentang seorang muslim yang menghadap Rasulullah SAW untuk menanyakan surah Al Mulk kala terdengar di suatu kuburan. Kemudian, Rasulullah SAW mengatakan bahwa surah tersebut adalah penghalang azab kubur dan penyelamat al munjiyah dari laknat alam barzah (HR Tirmidzi).

  • Berjuang di Jalan Allah

Amalan berjuang di jalan Allah termasuk dalam amalan yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur. Amalan yang dimaksud adalah menjaga perbatasan untuk membela agama Allah dan kehormatan umat Islam.

Fadhdhalah ibn Ubaid meriwayatkan dari Rasulullah SAW, "Setiap yang mati akan selesai amalnya kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga di jalan Allah. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur," (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

  • Membaca Kalimat Thayyibah

Kalimat thayyibah atau kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ (La ilaha illallah) disebut sebagai kalimat pembeda antara umat muslim dan lainnya pada hari kiamat kelak. Di samping itu, membaca kalimat thayyibah akan mengantar pembacanya pada keselamatan dari siksa kubur.

Diriwayatkan dari Ibnu 'Amr RA yang mengutip perkataan Rasulullah SAW, "Orang yang selalu membaca kalimat 'La ilaha illallah' tidak merasa takut ketika ajal tiba dan di alam kubur," (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Hadits lain yang telah dimarfu'kan Ali bin Abi Thalib menyebutkan, membaca kalimat "La ilaha illallah al malikul haqqul mubiin sebanyak seratus kali setiap harinya akan diganjarkan keselamatan dari siksa kubur.

مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ

Artinya: "Siapa saja yang membaca kalimat 'Laa ilaaha illallah al malikul haqqul mubin' sebanyak 100 kali setiap harinya maka pasti aman dari kemiskinan, dari siksa kubur, terbuka pintu rezeki dan pintu surga baginya," (HR Dailami, Khatib, dan Abu 'Aliyah).

  • Wafat pada Hari Jumat

Wafat pada hari Jumat termasuk dalam salah satu perkara yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur. Pernyataan tersebut diungkap dalam riwayat hadits oleh Abdullah bin Amr RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Artinya: "Tidak ada seorang muslim pun (laki-laki atau perempuan, anak kecil atau pun dewasa) meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat. Melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur," (HR Ahmad).

Meski demikian, Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon Buya Yahya mengingatkan, kebenarannya hanya dapat dipastikan oleh Allah SWT. Pasalnya, masih ada beberapa dosa besar yang tidak dapat diampuni oleh-Nya.

"Apakah orang yang meninggal pada hari Jumat akan pasti diampuni dosanya? Belum tentu, karena mungkin masih ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT," kata Buya Yahya dikutip dari arsip detikEdu.

Sebab itu, Buya Yahya berpendapat, hal ini sebaiknya disikapi dengan berprasangka baik (husnudzan) pada orang yang wafat di hari Jumat. Bukan sebaliknya, mendorong seseorang enggan berusaha dan hanya berharap dapat meninggal pada hari Jumat.

Setelah memahami bentuk amalan penyelamat siksa kubur ini, semoga kita semua bisa menjadi salah satunya ya, detikers. Aamiin ya robbal 'aalamiin.

Simak Video "Makna Ayat Suci Al-Qur'an yang Dilantunkan di Pembukaan Piala Dunia 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Apa itu siksa dalam kubur?

Fimela.com, Jakarta Siksa kubur adalah hukuman dari Allah SWT saat seseorang sudah meninggal. Siksa kubur didapatkan jika manusia melakukan perbuatan yang tidak disukai Allah pada waktu masih hidup.

Apakah siksa kubur itu terus menerus?

Pertama siksa kubur secara terus-menerus, di mana hal ini dijelaskan dalam sebuah dalil, "Pada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang," (QS Ghafir 46). Siksa kubur inipun akan terus dilakukan terus menerus sampai hari kiamat. Hal ini juga dijelaskan dalam sejumlah hadist.

Apa saja yang menyebabkan siksa kubur?

Penyebab Siksa Kubur.
Sering Ghibah. Penyebab siksa kubur adalah sering melakukan ghibah. ... .
Melakukan Perbuatan Zina. Perbuatan zina merupakan perbuatan penuh dosa, yang sangat dibenci Allah. ... .
Melakukan Riba. Riba adalah pengambilan harta pokok secara bathil. ... .
Bersikap Munafik..

Apakah siksa kubur dapat menghapus dosa?

Buya Yahya menjelaskan, apabila ada orang beriman mendapat siksa di alam kubur, maka dengan izin Allah bisa mengurangi dosa-dosanya selama di dunia. Bahkan, itu juga berlaku ketika mendapatkan siksa di dunia.