Apakah makna Amanat Agung yang tertulis dalam kitab Matius 28 19

Istilah “Amanat Agung” menjadi salah satu istilah yang paling dikenal oleh orang Kristen, sekalipun Alkitab tidak pernah mencatat frasa ini secara harafiah. Defenisi kata “Amanat Agung” sendiri dapat dipahami sebagai sebuah perintah atau tugas, yang sifatnya akbar, besar, sangat mulia atau singkatnya; agung. Pemahaman “Amanat Agung” biasanya mengacu pada Matius 28:18–20. Disana dicatat perintah Yesus kepada semua orang yang berhasil dimuridkan-Nya pada waktu Ia akan naik ke surga, yaitu supaya mereka semua pergi dan menjadikan semua bangsa murid Yesus.

Sebagaimana Kitab Injil yang lain, sesungguhnya Amanat Agung juga terdapat dalam kitab Markus (yaitu Mrk 16:15–18), kitab Lukas (yaitu Luk 24:46–49), Kitab Yohanes (yaitu Yoh 21:15–19) dan Kitab Kisah Para Rasul (yaitu Kis 1:8). Semua amanat dalam rangkaian nas tersebut meminta semua murid Kristus untuk pergi lagi menjadikan suku bangsa yang lain menjadi murid Kristus — atau dengan kata lain penginjilan dan pemuridan.

Namun yang menjadi perhatian kita adalah pengistilahan “Amanat Agung.” Tentu banyak pertimbangan yang telah dipikirkan para bapa gereja untuk memutuskan penggunaan istilah ini. Saya sendiri secara pribadi sangat setuju dengan kata “Amanat Agung.” Tapi mari melihat bagaimana Alkitab sendiri menjelaskan bahwa tugas penginjilan dan pemuridan sungguh-sungguh merupakan amanat yang agung.

Sesuatu yang sangat penting (1 Kor 15:3–4)

Saya melihat sebuah penekanan yang sangat khas dari Rasul Paulus saat ia menulis kepada jemaat di Korintus. Kurang lebih nas-nya berbunyi demikian: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci … ”

Paulus mengakui bahwa ia sudah menyampaikan sebuah berita yang menurutnya sangat (dengan penekanan) penting yaitu tentang berita kematian dan kebangkitan Kristus. Kalau diperhatikan, berita tentang pengampunan Kristus ini selalu diulangnya di awal surat yang ditulisnya kepada semua jemaat. Berita ini menjadi sangat penting, berada di prioritas pertama, puncak pemberitaan dan mendasari seluruh kepercayaan jemaat saat itu.

Inti dari segala yang dibicarakan (Ibr 8:1–13)

Pasal ini dimulai dengan sebuah penekanan yang sangat khas. Tidak ada bagian lain dari Alkitab yang secara gamblang menuliskan “inti segala pembicaraan” yaitu tentang Yesus yang telah menjadi Imam Besar antara Allah dan manusia lewat pengorbanan-Nya di kayu salib. Ini menjadi menarik mengingat dewasa ini pemberitaan Injil sudah mengalami pergesaran menjadi pembicaraan tentang motivasi dan tatanan hidup yang normatif. Tentu hal ini baik, tapi tidak benar. Amanat Yesus untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya merupakan inti dari segala pembicaraan tentang Kristus. Semua pembicaraan tentang Yesus harus berujung pada pemahaman bahwa Ia adalah Imam yang telah menjadi pengantara antara Allah dan manusia lewat pengorbanan-Nya di kayu salib.

Amanat agung, menjadi begitu “agung” bukan semata-mata karena Yesus yang mengucapkannya, atau hanya karena ini merupakan pesan perpisahan atau pesan terakhir Kristus.

Amanat agung, menjadi begitu “agung” karena berita tentang pengorbanan Yesus untuk menebus dosa dunia adalah berita yang “sangat penting” dan merupakan “inti dari segala pembicaraan.”

Amanat seperti inilah yang diminta oleh Yesus untuk kita kerjakan dengan berkata, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”

Abstract

Perintah Amanat Agung menjadi salah satu tugas dan tanggung jawab terpenting bagi setiap pengikut Kristus. Pada umumnya orang Kristen atau gereja Tuhan mengetahui isi dari perintah Amanat Agung yang terdapat dalam Matius 28:19-20, sayangnya ternyata tidak jarang orang Kristen atau gereja Tuhan memahami dan memaknainya dengan tidak tepat. Hal ini berpengaruh ke dalam pengaplikasian dan pelaksanaannya, baik secara individual maupun secara komunitas kehidupan umat dalam misi-Nya. Perintah Amanat Agung bukan hanya sekedar sebuah program atau melakukan penginjilan saja. Untuk itu, lewat studi penelitian ini penulis akan mendeskripsikan makna yang sebenarnya Amanat Agung dalam Matius 28:19-20. Tujuannya adalah untuk dapat menegaskan kembali makna Amanat Agung yang sesungguhnya dalam kehidupan setiap pengikut-Nya baik secara individual maupun secara komunitas. Adapun penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kepustakaan {library research). Pengelolaan dari sumber literatur-literatur kepustakaan akademik baik dalam bentuk buku maupun artikel atau jurnal. Penelitian ini akan dikerjakan dengan metode deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa pcnekanan perintah Amanat Agung bukan hanya pada proklamasi awal Injil-tidaklah cukup hanya mendengar Injil tetapi lebih kepada pengalaman pemuridan dengan respons komitmen sepenuh hati mengikuti Dia dan menjadi murid-Nya yang setia. Murid-murid Yesus adalah orang-orang yang mengikuti Guru mereka. Murid adalah orang yang rela tunduk dan menyerahkan diri kepada kehendak dan tujuan sang guru. Memuridkan seseorang berarti membawanya kepada Kristus supaya dia menjadi serupa dengan Kristus. Pemuridan adalah perjalanan seumur hidup belajar dari Yesus bagaimana menjalani hidup seseorang seolah-olah Yesus yang menjalani hidup tersebut. Penginjilan dan pemuridan keduanya penting untuk pertumbuhan gereja sebagai komunitas iman. Gereja berfungsi sebagai alat Tuhan dan menjadi wadah persekutuan di mana setiap anggota tubuh Kristus dapat bertumbuh melalui hubungan kasih, dan dipcrlengkapi untuk mengerjakan misi Allah di tengah dunia. Oleh karena itu, perintah Amanat Agung tidak hanya menekankan salah satu di antara penginjilan

Apa makna dari Matius 28 19?

Mengutip buku You Ask Bible Answers tulisan Sudiyono dan Ruth Puwerni (2021), Matius 28:19-20 membahas amanat agung dari Tuhan Yesus. Di mana Yesus meminta murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia agar dunia bisa diselamatkan.

Apakah makna Amanat Agung yang tertulis dalam kitab Matius 28 19

Amanat Agung dapat kita artikan sebagai perintah untuk memuridkan dan itu tidak dapat kita lakukan tanpa pergi (memberitakan Kabar Baik) kepada orang lain.

Apa makna yang terkandung dalam Matius 28?

Teks “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” dalam Matius 28:20 dapat dimaknai bahwa setiap murid juga harus mela- kukan tugas pemuridan sebab tugas pemuridan me- rupakan perintah dari Yesus.

Apa makna dari Amanat Agung?

Defenisi kata “Amanat Agung” sendiri dapat dipahami sebagai sebuah perintah atau tugas, yang sifatnya akbar, besar, sangat mulia atau singkatnya; agung. Pemahaman “Amanat Agung” biasanya mengacu pada Matius 28:18–20. Allah mempunyai otoritas dalam misi sampai akhir zaman (Matius 28:18-20).