Bagaimana pandangan para pendiri bangsa terhadap dasar negara

Freepik

Dalam sidang BPUPKI, para pendiri bangsa memiliki pandangan yang berbeda. Namun, terdapat kesamaan kesamaan pemikiran dari para pendiri bangsa ini terhadap pengertian negara merdeka.

Bobo.id - Untuk menjadi negara merdeka, para pendiri bangsa Indonesia harus melewati jalan dan diskusi yang panjang.

Salah satunya adalah dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945.

BPUPKI melaksanakan dua kali sidang.

Sidang pertama dilangsungkan pada 29 Mei - 1 Juni 1945 yang membahas tentang Dasar Negara, sedangkan sidang kedua dilaksanakan pada 10-17 Juli 1945 yang membahas tentang Rancangan Undang-Undang Dasar. 

Dalam jalannya sidang, Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno memiliki pandangan yang berbeda-beda. 

Namun, terdapat kesamaan pemikiran dari para pendiri bangsa ini terhadap pengertian negara merdeka.

Apa pemikiran itu? Sebelum kita cari tahu kunci jawabannya, cari tahu dulu apa saja pandangan dari ketiganya.

Pandangan Negara Merdeka Menurut Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno

Mohammad Yamin berpendapat bahwa negara merdeka harus memiliki nasionalisme atau kebangsaan yang harus sesuai dengan peradaban Indonesia.

Tokoh yang juga aktif di Jong Sumatranen Bond ini, berpendapat bahwa Indonesia tidak boleh meniru dasar kebangsaan bangsa atau negara lain. 

Sementara itu, Soepomo berpendapat bahwa negara merdeka Indonesia harus berdasar pada negara yang integralistik.

Menurutnya, ada lima poin dasar Indonesia merdeka menurut Soepomo, yakni kebangsaan Indonesia, perikemanusiaan atau internasionalisme, dasar mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan prinsip ketuhanan.

Baca Juga: Bagaimana Pandangan Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno Terhadap Negara Merdeka?

Kemudian menurut Soekarno, negara merdeka tak hanya memiliki nasionalisme atau kebangsaan Indonesia tapi juga nilai internasionalisme supaya bisa bersaing dengan bangsa lain.

Negara merdeka menurut Soekarno juga juga meliputi kemerdekaan untuk beragama serta memiliki sistem pemerintahan pro rakyat.

Sekalipun Soekarno adalah orang Islam dan sebagian orang Indonesia beragama Islam, bukan berarti setiap orang harus dipaksa untuk menjadi Islam.

Agar lebih jelas, kita cari tahu rumusan dasar negara dari ketiga tokoh ini, yuk! Berikut rumusannya: 

1. Rumusan dasar negara Moh. Yamin

- Peri Kebangsaan;

- Peri Kemanusiaan;

- Peri Ketuhanan;

- Peri Kerakyatan; dan

- Kesejahteraan Rakyat.

2. Rumusan dasar negara Soepomo

- Persatuan;

- Kekeluargaan;

Baca Juga: Tergabung dalam Panitia Sembilan, Ini 9 Tokoh Perumus Isi Pancasila

- Keseimbangan lahir batin;

- Musyawarah; dan

- Keadilan rakyat.

3. Rumusan dasar negara Soekarno

- Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia;

- Internasionalisme atau Perikemanusiaan;

- Mufakat atau Demokrasi;

- Kesejahteraan sosial; dan

- Ketuhanan yang berkebudayaan

Apa yang Menjadi Kesamaan Pemikiran dari Pendiri Bangsa Terhadap Pengertian Negara Merdeka?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada berbagai pandangan mengenai negara merdeka dari ketiga pendiri bangsa tadi. 

Namun, ketiganya sama-sama ingin membangun negara Indonesia yang merdeka, yakni bebas dari intervensi asing. 

Selain itu, ketiganya juga sama-sama ingin mensejahterakan rakyat Indonesia. 

Kemudian, ketiganya juga sepakat untuk melindungi rakyat Indonesia dan memberikan hak-hak seperti kebebasan beragama, mendapatkan pekerjaan, dan keadilan. 

Baca Juga: Sejarah Hari Lahir Pancasila, Mulai dari Pembentukkan BPUPKI Hingga Perumusan Pancasila

(Penulis: Iveta R., Niken Bestari, Sarah Nafisah)

----

Kuis!

Apa 

Petunjuk: cek di halaman 1!

Lihat juga video ini, yuk!

----

Ayo, kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Menurut pandangan Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno (tokoh pendiri bangsa) terhadap negara merdeka, adalah negara merdeka bukanlah negara yang mampu mempersatukan dirinya dengan golongan yang paling besar dalam masyarakat dan tidak pula mempersatukan dirinya dengan golongan yang paling kuat (golongan ekonomi atau politik yang terkuat), akan tetapi mengatasi segala paham perorangan dan segala golongan, mampu mempersatukan diri dari segala lapisan rakyat.

PEMBAHASAN:

Kemerdekaan itu pada dasarnya mengandung makna kebebasan, yaitu bebas untuk melakukan apapun, namun tidak sesuka hati. Kebebasan tersebut harus dilandasi dengan penuh tanggung jawab sesuai aturan yang telah ditetapkan. Kebebasan yang dilakukan tanpa batas dapat mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri serta orang lain.

Saat awal sidang pertama pada pidatonya, Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat menyatakan bahwa untuk mendirikan sebuah Indonesia yang merdeka diperlukanlah suatu dasar negara. Beberapa tokoh pendiri negara mengusulkan rumusan dasar negara untuk menjawab permintaan ketua BPUPKI Radjiman Wedyodiningrat. Rumusan yang diusulkan oleh beberapa tokoh pendiri negara tersebut, memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Namun, jika dilihat dari segi materi serta semangat yang menjiwainya, rumusan tersebut masih mempunyai persamaan. Menurut pandangan para pendiri negara mengenai rumusan dasar negara, disampaikan dengan melihat pengalaman bangsa lain, berdasarkan sejarah perjuangan bangsa dan tetap berakar pada kepribadian serta gagasan besar pada bangsa Indonesia sendiri. Adapun yang menyampaikan usulan perihal dasar negara Indonesia merdeka dalam sidang BPUPKI pertama yang secara berurutan dikemukakan oleh Mohammad Yamin, Seopomo, dan Ir. Soekarno.

PELAJARI LEBIH LANJUT:

==========================

DETAIL JAWABAN:

Kelas : 7

Mapel : PPKn

Materi : Bab 1 - Pembelajaran Perumusan dan Penerapan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Kode Kategorisasi : 7.9.1

Kata Kunci : BPUPKI, Pandangan pendiri bangsa, termasuk Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno terhadap negara merdeka

#SolusiBrainly


Berikut adalah soal mata pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) Kelas 10 SMA/SMK materi Menggali Ide Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:

  1. Bagaimana pandangan Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno terhadap negara merdeka? Apa perbedaannya?
  2. Menurut kalian, apa yang menjadi kesamaan pemikiran dari pendiri bangsa ter- hadap pengertian negara merdeka?
  3. Jelaskan makna dari negara merdeka menurut pandangan kalian sendiri?
  4. Bagaimana memaknai proses perancangan dan isi dari rumusan dasar negara yang bernama Mukadimah Hukum Dasar atau yang juga dikenal Piagam Jakarta?
  5. Apa pandangan para pendiri bangsa terkait isi Mukadimah, terutama frase “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”?
Kunci Jawaban

1. Pandangan Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno terhadap negara merdeka:

a. Mohammad Yamin mengusulkan dasar pembentukan negara merdeka, yaitu:

  • Peri Kebangsaan;
  • Peri Kemanusiaan;
  • Peri Ketuhanan;
  • Peri Kerakyatan; dan
  • Kesejahteraan Rakyat.

b. Soepomo mengusulkan dasar pembentukan negara merdeka, yaitu:

  • Persatuan;
  • Kekeluargaan;
  • Keseimbangan lahir batin;
  • Musyawarah; dan
  • Keadilan rakyat.

c. Ir. Soekarno mengusulkan dasar pembentukan negara merdeka, yaitu:

  • Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia;
  • Internasionalisme atau Perikemanusiaan;
  • Mufakat atau Demokrasi;
  • Kesejahteraan sosial; dan
  • Ketuhanan yang berkebudayaan

Perbedaan pandangan dari ke 3 tokoh tersebut adalah Moh. Yamin menekankan pada azas dan dasar negara, Supomo menekankan pada intgralistik, sedangkan Sukarno menekankan pada nasionalisme.

2. Menurut pendapat saya, yang menjadi kesamaan pemikiran dari pendiri bangsa terhadap pengertian negara merdeka adalah sama-sama ingin membangun negara Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur yang dapat mensejahterakan rakyatnya.

3. Menurut pandangan saya makna dari negara merdeka yaitu suatu negara yang "bebas" dari suatu paksaan ataupun kendali yang dilakukan oleh negara lain.

4. Memaknai proses perancangan dan isi dari rumusan dasar negara yang bernama Mukadimah Hukum Dasar atau yang juga dikenal Piagam Jakarta yaitu Rakyat Indonesia tidak hanya berasal dari kalangan muslim saja. Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, budaya dan ras. Seluruh elemen masyarakat Indonesia yang beragam sebaiknya merasa terwakili dalam rumusan dasar negara sehingga mampu disatukan dalam sebuah sistem negara kesatuan.

5. Pandangan para pendiri bangsa terkait isi Mukadimah, terutama frase “Ketu- hanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” yaitu Panitia Sembilan mengadakan rapat pada 22 Juni 1945 tentang dasar negara. Diskusi berlangsung alot ketika membahas bagaimana relasi agama dan negara, sebagaimana juga yang tergambar dalam sidang BPUPK. Beberapa anggota BPUPK menghendaki bahwa dasar negara Indonesia harus berlandaskan Islam, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Sementara itu, sebagian kelompok lain menolak menjadikan agama (dalam hal ini Islam) sebagai dasar negara. Bahkan, Moh. Hatta, Soepomo dan Ir. Soekarno mengusulkan pemisahan agama dan negara.

Usulan sejumlah anggota untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara mendapat sanggahan dari anggota lainnya.

Sejumlah pihak “keberatan” dengan adanya tujuh kata tersebut sehingga berpotensi terjadi perpecahan. Diskusi dan lobi-lobi dilakukan kepada sejumlah tokoh yang selama ini mengusulkan Indonesia berasaskan Islam, seperti Ki Bagus Hadikusumo dan K.H.A. Wachid Hasjim.

Para tokoh Islam itu berbesar hati dan mendahulukan kepentingan bersama, yakni menjaga keutuhan bangsa. Mereka pun sepakat dengan penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta tersebut.