Bahasa yang digunakan penduduk di benua australia adalah… *

Jumat, 30 Maret 2018 | 13:00 WIB

Menurut sebuah studi terbaru, semua bahasa asli di Australia berasal dari lidah yang sama. Ada sekitar 250 bahasa yang digunakan penduduk lokal Australia ketika Inggris menguasai daerah tersebut pada 1788.

Setelah tiga tahun menginvestigasi asal mula bahasa ini, para peneliti mengatakan bahwa semua itu berasal dari bahasa leluhur yang unik – disebut Proto Australia.

Keberadaan bahasa induk yang sama ini memberikan gagasan bahwa Aborigin Australia merupakan keturunan dari satu kelompok yang mendarat di benua tersebut, 65 ribu tahun yang lalu. Mereka lalu tersebar selama ribuan tahun sehingga ada beragam etnis dan bahasa.  

(Baca juga: Jedek, Bahasa Baru yang Ditemukan di Malaysia)

Penelitian ini menggunakan metode standar dalam sejarah linguistik untuk membuktikan apakah kesamaan bahasa diwariskan oleh nenek moyang atau didapat melalui kontak antar manusia.

Robert Mailhammer, pemimpin penelitian dari Western Sydney University mengatakan, penemuan ini berulang kali menunjukkan adanya kesamaan bahasa pada mereka yang tidak pernah melakukan kontak.

“Kami menemukan bahwa kata-kata yang kami bandingkan menunjukkan perbedaan sistematis dan persamaan bahasa yang berulang. Namun, wilayah geografis mereka terputus. Tidak mungkin karena kontak manusia atau kebetulan,” papar Mailhammer.

Ia menambahkan, penemuan ini menunjukkan bahwa bahasa Proto-Australia sudah digunakan 12 ribu tahun yang lalu.

“Ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana bahasa tersebar. Juga apa hubungannya temuan linguistik dengan genetik,” katanya.

Mark Harvey, ahli sejarah bahasa di University of Newcastle, berharap penelitian ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Australia dan sejarah manusia.

“Sampai saat ini, banyak yang mengira bahasa Australia berbeda-beda seperti di Eropa. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa bahasa Australia sebenarnya berasal dari garis keturunan yang sama. Ini merupakan penemuan pertama yang menunjukkan bahwa bahasa-bahasa di Australia ternyata satu bahasa dari keluarga yang sama,” papar Harvey.

(Baca juga: Hanya Ada Perempuan dan Anak-anak di Desa Adat Korban Perang Ini)

Ia mengatakan, bahasa ini kemungkinan tersebar di seluruh Australia dari wilayah utara yang pertama kali dihuni manusia, ribuan tahun yang lalu. “Penyebaran ini mungkin dilakukan oleh populasi yang jejak material dan genetiknya masih agak sulit dipahami,” tambahnya.

Hanya ada sekitar 120 dari 250 bahasa yang masih digunakan saat ini. Beberapa di antaranya terancam punah karena para tetuanya meninggal tanpa mewariskan bahasa tersebut ke generasi selanjutnya.

Hasil penemuan ini dipublikasikan pada jurnal bahasa Diachronica.

Meski Australia tidak memiliki bahasa resmi nasional, tapi Bahasa Inggris menjadi bahasa yang digunakan sejak kedatangan penjelajah asal Eropa.

Padahal bahasa Melayu asal Indonesia justru tercatat sebagai bahasa asing pertama yang masuk dan dipelajari di benua Australia.

Bahasa ini pertama kali diperkenalkan kepada suku asli yang tinggal di Australia Utara pada tahun 1700-an, saat nelayan dari Makassar datang untuk menjalin hubungan dagang.

"Suku Yolngu adalah orang pertama di benua Australia yang menggunakan bahasa asing dengan belajar bahasa Makassar dan bahasa Melayu dari Indonesia," ujar Dr Paul Thomas peneliti dari Monash University di Melbourne.


Awal November lalu, PM Scott Morrison telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Bangkok, Thailand dan Presiden Jokowi telah berjanji segera meratifikasi perjanjian perdagangan bebas kedua negara.

Menurut Dr Paul jika nantinya perdagangan bebas ini diterapkan maka akan membantu bagi minat belajar bahasa Indonesia di Australia.

"Tapi jika warga Australia masih tidak berminat dengan budayanya, maka masa depan [bahasa Indonesia di Australia] tidak begitu bagus."

Buku tersebut juga ditulis oleh beberapa peneliti lainnya yang membahas aspek-aspek terkait pengajaran dan penggunaan bahasa Indonesia di Australia, termasuk pengalaman sejumlah guru bahasa Indonesia. Diantara penulis adalah Charles A. Coppel, Julia Read, David Reeve, David T. Hill, Jan Lingard, Stuart Robson, Ron Witton, Lesley Harbon, Keith Foulcher, Barbara Hetley, Lindy Norris. Penulis asal Indonesia seperti Dwi Noverini Djenar, Hendrarto Darudoyo, dan Firdaus juga ikut menyumbangkan pemikirannya. (https://news.detik.com)


Page 2

Sugeng Rawuh Wonten Ing Kalurahan Kaligintung Kapanewon Temon Kabupaten Kulon Progo -- >

SELAMAT DATANG DI WEBSITE KALURAHAN  KALIGINTUNG

Desa/kelurahan                 : KALIGINTUNG

Kecamatan                       : TEMON

Kabupaten/kota                : KULON PROGO

Provinsi                            : DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Bulan                                : DESEMBER

Tahun                               : 2021

Wilayah

Batas Wilayah             : Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap

Sebelah Utara             : Hargomulyo,  Kokap                                                    .

Sebelah Selatan           : Desa Kalidengan, Kecamatan Temon

Sebelah Timur             : Desa Kulur, Kecamatan Temon

Sebelah Barat              : Desa Temon Wetan, Kecamatan Temon

Luas wilayah menurut penggunaan

  • Luas pemukiman 79,15    ha/m2
  • Luas persawahan 59,53    ha/m2
  • Luas perkebunan 37,73    ha/m2
  • Luas Kuburan        4,25     ha/m2
  • Luas pekarangan 100,2070    ha/m2
  • Luas taman            1,26        ha/m2
  • Perkantotan             0,4900    ha/m2
  • Luas prasarana umum lainnya 3,78   ha/m2
  • Tanah sawah       159,92  ha/m2
  • Tanah kering            5,00    ha/m2
  • Tanah basah            1,100  ha/m2
  • Tanah perkebunan 37,73   ha/m2
  • Tanah Fasilitas umum 16,60   ha/m2
  • Tanah Hutan               65,79    ha/m2

Iklim

Curah hujan 25,00 mm, jumlah bulan hujan 6 bulan, kelembapan 90 serta suhu rata-rata harian 30 0C dengan tinggi tempat dari permukaan laut 200 mdl

Jenis dan kesuburan tanah

Warna tanah sebagian besar putih dengan tekstur pasirm dan tingkat kemiringan tanah 20derajat

Topografi

Desa dengan dataran rendah seluas 45,29 ha/m2 dengan kondisi berbukit'bukit seluas 6 ha/m2 serta seluas 13,96 ha/m2 merupakan aliran sungai.

Dalam persepsi masyarakat umum, Australia adalah sebuah negara yang mana masyarakatnya merupakan. Pengetahuan ini di dapat dari buku-buku sejarah yang selalu menceritakan bahwa nenek moyang orang Australia yang berbahasa Inggris merupakan para penjelajah asal Eropa.

Namun tahukah anda, bahwa jauh sebelum penjelajah itu datang dan bahasa Inggris masuk ke Australia, bahasa Melayu asal Indonesia justru tercatat sebagai bahasa asing pertama yang masuk dan dipelajari di benua Australia? Jika informasi ini belum anda ketahui maka anda sangat beruntung menemukan tulisan ini.

Dr. Paul Thomas peneliti dari Monash University di Melbourne dalam bukunya yang berjudul ‘Talking North: The Journey of Australia’s First Asian Language’ menyebut bahwa bahasa Melayu pertama kali diperkenalkan kepada suku asli yang tinggal di Australia Utara pada tahun 1700an, saat nelayan dari Makassar datang untuk menjalin hubungan dagang. Suku Yolngu adalah orang pertama di benua Australia yang menggunakan bahasa asing dengan belajar bahasa makassar dan bahasa Melayu dari Indonesia,” Sesuai catatan sejarah, juru bahasa pertama yang ada di benua Australia adalah juru bahasa Melayu Indonesia yang didatangkan dari Batavia oleh penjelajah bernama Abdel Tasman di awal abad ke-17. Tokoh ini diminta untuk mencari juru bahasa Melayu karena mereka kira akan ada kemungkinan bahasa Melayu Indonesia digunakan di benua Australia, yang saat ini bernama Hollandia Baru,”

Menurut Dr. Paul Thomas pula, di masa kini, minat penduduk Australia untuk belajar Bahasa Indonesia terus mengalami penurunan. Salah satu faktornya adalah jumlah pendatang dari Indonesia ke Australia yang tidak banyak dibandingkan dengan pendatang dari negara lain seperti Italia, Yunani, atau China. Pendatang dari Indonesia kebanyakan adalah mahasiswa, yang datang tidak untuk menetap. Karenanya, pengaruh pendatang dari Indonesia ini kepada kebudayaan Australia menjadi tidak begitu besar.

Status bahasa Indonesia di negeri sendiri juga ikut mempengaruhinya makin berkurangnya minat orang Australia belajar bahasa Indonesia. Belakangan, penggunaan bahasa Inggris dianggap lebih penting atau “lebih bergengsi” di Indonesia dan banyak orang Indonesia bisa berbahasa Inggris sehingga orang Australia merasa sia-sia belajar bahasa Indonesia karena mereka dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dengan menggunakan bahasa Inggris.

Dr. Paul Thomas menyampaikan, bahwa untuk membuat masyarakat Australia menjadi minat belajar bahasa Indonesia, maka jalan satu-satunya adalah meningkatkan status Indonesia di mata orang Australia. Kalau statusnya naik menjadi negara penting dalam perspektif orang Australia, misalnya Indonesia memiliki lebih banyak kerja sama dengan Australia, bahasa Indonesia makin populer di ASEAN, film dan musik Indonesia merambah kemana-mana seperti yang terjadi pada Korea Selatan, pasti keinginan murid [Australia] untuk belajar bahasa Indonesia akan terpacu karena menganggap hal tersebut merupakan seseatu yang wow.

Menurut Dr Paul, jika perdagangan bebas diterapkan, ini juga dapat membatu menaikkan minat orang Australia untuk belajar bahasa Indonesia di Australia. Tapi jika kian hari hal-hal yang bersifat stimulatif ini tidak dilakukan, dan minat warga Australia tidak kunjung naik pada budaya Indonesia, maka masa depan bahasa Indonesia di Australia menjadi tidak begitu bagus.

https://www.republika.co.id/berita/q1iir3/bahasa-indonesia-jadi-bahasa-asing-pertama-yang-masuk-benua-australia