Cara membuat kelapa sawit menjadi minyak

Graha Mandiri Lt.5 , Jl. Imam Bonjol No.61 Menteng,
Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310


Telp: 021-3983 2091-94
Fax: 021-3983 2095

Social Media

Subscribe here to get interesting stuff and updates!

Minyak kelapa sawit merupakan salah satu bahan baku di dunia yang memiliki banyak kegunaan, dapat ditemui di shampoo, pasta gigi sampai dengan kue dan krimer kopi.

Namun, bagaimana minyak kelapa sawit dibuat?

Produksi minyak sawit berawal dari benih kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit memiliki masa produktif 25-30 tahun, karena itu pemilihan benih akan memengaruhi produktivitas untuk beberapa dekade mendatang. Asian Agri telah memproduksi benih kelapa sawit sendiri dengan nama Topaz, yang memiliki keunggulan dalam segi produktivitas yang tinggi serta lebih tahan terhadap hama dibandingkan dengan tanaman kelapa sawit lainnya.

Benih ini ditanam di kebun pembibitan dimana benih-benih tersebut mendapatkan pemeliharaan yang intensif selama delapan bulan pertama masa pertumbuhannya, sebelum kemudian dipindahkan ke kebun.

Di perkebunan pohon-pohon ini disirami dan dikelola dengan menggunakan pupuk yang cukup selama masa pertumbuhan. Setelah 30 bulan tanaman ini dianggap sudah dewasa dan siap untuk dipanen, proses pemanenan ini akan dilakukan setiap 7-10 hari.

Buah kelapa sawit dikenal dengan nama Tandan Buah Segar (TBS). Untuk memanen TBS, pemanen harus menggunakan dodos atau pisau dengan tiang panjang untuk memotong buah dari batang pohon. TBS yang sudah siap dipanen sangat mudah diidentifikasi melalui warna merah cerah serta apabila ada 10-15 buah jatuh di tanah.

Proses di pabrik

TBS yang telah dipanen dikirimkan oleh truk pengangkut ke pabrik, untuk disterilisasi menggunakan uap. Proses ini dilakukan agar TBS dapat dilepas dari tandan, dan untuk mematikanenzim yang dapat menyebabkan kualitas dari TBS turun.

Setelah TBS terlepas dari tandannya, kemudian tandan buah kosong akan digunakan kembali. Serat panjang di batang dapat digunakan untuk membuat kasur dan bantal kursi mobil, sementara tandan buah kosong yang tersisa dikembalikan ke tanah kebun untuk membantu menjaga kelembaban sebelum dijadikan pupuk ketika proses pembusukan sudah terjadi.

Setelah dilepas dari tandan, buah kelapa sawit diolah menjadi dua produk utama: Minyak Sawit Mentah (CPO), yang diekstrak dari mesocarp atau daging buah, dan Minyak Inti Sawit (PKO), yang berasal dari biji keras di tengah.

Langkah pertama adalah menekan buah, untuk memeras CPO dari mesocarp-nya. Minyak kemudian disaring dan dimurnikan untuk memastikan bebas dari kontaminasi, dan dikeringkan untuk memenuhi spesifikasi standar CPO.

Selanjutnya CPO ditransfer ke pabrik pengolahan untuk diproses menjadi minyak nabati (minyak goreng, krim dan margarin), bahan oleokimia (digunakan dalam deterjen dan pelumas), biodiesel (bahan bakar) dan asam laurat (digunakan dalam kosmetik dan sabun).

Sementara itu, ‘cake‘ yakni Bungkil Inti Sawit (BIS) yang terdiri dari campuran serat mesocarp dan cangkang yang tertinggal di mesin pemerasan dimasukkan ke alat depericarper, yang memisahkan serat mesocarp dan biji.

Serat mesocarp digunakan sebagai biofuel atau bahan bakar hayati di boiler pabrik kelapa sawit, yang menghasilkan uap yang menggerakkan turbin untuk memberi daya pada pabrik.

Biji kelapa sawit yang tersisa, juga dikenal sebagai inti sawit atau kernel, dipecahkan dan dipisahkan cangkangnya. Cangkang diambil untuk dijual sebagai bahan bakar hayati, sementara kernel mengalami penghancuran lebih lanjut untuk menghasilkan minyak inti sawit (PKO) dan Palm Kernel Expeller (PKE).

Minyak inti sawit mentah (CPKO) juga mengalami proses pemurnian sebelum digunakan dalam pembuatan produk makanan seperti krim non-susu dan es krim, sedangkan sisa produksi dari bungkil inti sawit (PKE) umumnya digunakan untuk membuat pakan ternak.

Mendaur ulang sisa produksi

Di Asian Agri, sisa air limbah dari proses produksi minyak kelapa sawit – disebut Palm Oil Mill Effluent (POME) – juga didaur ulang, baik sebagai pupuk atau sebagai bahan bakar untuk biodigester – yakni alat yang digunakan untuk mengurai dan mengubah limbah organik menjadi biogas. Saat ini Asian Agri memiliki sepuluh pabrik biogas, yang menggunakan gas metana yang dihasilkan untuk menggerakkan pabrik dan kegiatan operasional, serta menyediakan listrik untuk masyarakat sekitar.

Asian Agri menggunakan proses produksi yang berputar terus-menerus, meminimalkan limbah dan memaksimalkan efisiensi, yang juga menjadi persyaratan utama dari lembaga sertifikasi seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Hal ini memungkinkan produktivitas yang lebih tinggi dan dampak lingkungan yang lebih rendah, menciptakan produk yang digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia setiap hari secara berkelanjutan.

Bagaimana proses pengolahan minyak kelapa sawit?

Proses pengolahan minyak kelapa sawit selanjutnya yaitu melepas buah dari tandannya. Buah sawit dibawa ke digester dan dilakuakan pelepasan buah dari tangkai tandan menggunakan mesin thresher. Proses ini dikerjakan dua kali hingga brondolan benar-benar terlepas dari tangkai.

Bagaimana cara memilih kelapa sawit yang sudah matang?

Pilihlah kelapa sawit yang sudah matang. Pada proses ini disebut dengan pengumpulan buah tandan segar (TBS). Pemilihan ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Biasanya pengangkutan kelapa menggunakan truk dan dibawa ke pabrik lalu diproses menggunakan mesin press dengan kekuatan maksimal.

Apakah kelapa sawit bisa diolah menjadi minyak goreng?

Kelapa sawit dapat diolah menjadi bermacam-macam produk seperti minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika dan lain-lain.

Mengapa minyak sawit dapat digunakan untuk berbagai keperluan?

Minyak sawit tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan karena memiliki sifat tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh jika digunakan untuk kosmetik.

Bagaimana cara mengolah kelapa sawit menjadi minyak?

Lepaskan biji dari daging buah terlebih dahulu. Gunakan tekanan uap dengan suhu 80-90o C. Setelah itu masukkan ke mesin pengompres, gunakan tambahan panas 10-15% dari kapasitas mesin. Hasilnya memperoleh minyak kasar yang masih bercampur dengan ampas buah. Masukkan minyak kasar ke crude oil tank.

Berapa kg sawit untuk 1 liter minyak?

Dia menjelaskan hitungan Neraca Bahan Makanan Kementerian Pertanian menyebutkan konversi input (CPO) ke output untuk minyak goreng sawit sebesar 68,28% sementara konversi satuan dari kilogram ke liter dengan hitungan 1 liter = 0,8 kg.

Langkah langkah pembuatan minyak goreng dari kelapa?

Cara Membuat Minyak Kelapa sebagai Minyak Goreng Parut daging buah kelapa dengan parutan di atas wadah. Campurkan air kelapa dan parutan kelapa, lalu peras sampai mendapatkan mendapatkan air santan. Panaskan air santan di wajan sambil diaduk sampai minyak muncul. Jika minyak sudah muncul, ambil dan simpan di wadah ...

Apakah kelapa sawit bisa jadi minyak?

Minyak kelapa sawit diekstraksi dari tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sudah dipanen. Dengan daging buahnya dimanfaatkan untuk membuat minyak kelapa sawit, bagian dalam biji buah diolah melalui proses rafinasi menjadi minyak inti sawit.