Faktor berikut yang tidak dapat mempengaruhi laju reaksi yaitu

Lihat Foto

Tangkapan layar akun instagram @alexandrududuc

Ilustrasi pagar besi berkarat, contoh laju reaksi kimia yang lambat.

KOMPAS.com - Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi reaktan per satuan waktu. 

Dengan demikian, laju reaksi menyatakan banyaknya reaksi kimia yang berlangsung per satuan waktu.

Besaran laju reaksi dapat dilihat dari ukuran cepat atau lambatnya suatu reaksi kimia.

Contoh laju reaksi kimia yang lambat adalah perkaratan besi karena dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi

Dilansir dari Sciencing, terdapat lima faktor yang memengaruhi laju reaksi.

Baca juga: Senjata Kimia Mematikan dan Jenis-Jenisnya

Faktor-faktor ini dapat mempercepat laju reaksi maupun memperlambat laju reaksi.

1. Suhu

Dalam hampir semua kasus, menaikkan suhu bahan kimia dapat meningkatkan laju reaksi. 

Reaksi ini disebabkan oleh faktor yang dikenal sebagai "energi aktivasi". 

Energi aktivasi untuk suatu reaksi adalah energi minimum yang dibutuhkan dua molekul untuk bertumbukan bersama dengan gaya yang cukup untuk bereaksi.

Jika suhu naik, molekul akan bergerak lebih kuat, dan lebih banyak dari molekul yang memiliki energi aktivasi yang diperlukan sehingga meningkatkan laju reaksi.

Baca juga: Jenis-jenis Pemisahan Campuran Secara Kimia

2. Konsentrasi dan tekanan

Ketika reaktan kimia berada dalam keadaan yang sama, misalnya keduanya dilarutkan dalam cairan, konsentrasi reaktan dapat mempercepat laju reaksi atau memperlambatnya. 

Peningkatan konsentrasi satu atau lebih reaktan biasanya akan meningkatkan laju reaksi sampai tingkat tertentu karena ada lebih banyak molekul untuk bereaksi per satuan waktu.

Tingkat percepatan reaksi bergantung pada "orde" reaksi tertentu. 

Dalam reaksi fase gas, peningkatan tekanan akan sering menaikkan laju reaksi dengan cara yang sama.

3. Katalis

Katalis bekerja untuk meningkatkan laju reaksi dengan mengubah mekanisme fisik normal reaksi menjadi proses baru, yang membutuhkan lebih sedikit energi aktivasi. 

Baca juga: Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, Ini Efek Sampo Palsu pada Kulit

Ini berarti bahwa pada suhu tertentu, lebih banyak molekul akan memiliki energi aktivasi yang lebih rendah dan akan bereaksi. 

Katalis mencapai kondisi ini dalam berbagai cara, meskipun salah satu prosesnya adalah katalis bertindak sebagai permukaan di mana spesies kimia diserap dan ditahan dalam posisi yang menguntungkan untuk reaksi selanjutnya.

4. Luas permukaan

Untuk reaksi yang melibatkan satu atau lebih padatan, reaktan fase curah, luas permukaan yang terbuka dari fase padat tersebut dapat memengaruhi laju. 

Luas permukaan yang terpapar yang semakin besar dapat meningkatkan laju reaksi.

Contohnya, karat atau oksidasi batang besi yang akan berlangsung lebih cepat jika lebih banyak luas permukaan batang yang terpapar.

5. Media atau perantara

Media tertentu yang digunakan untuk menampung reaksi terkadang dapat memengaruhi laju reaksi. 

Banyak reaksi berlangsung dalam suatu jenis pelarut dan pelarut dapat meningkatkan atau menurunkan laju reaksi, bergantung pada bagaimana reaksi terjadi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Lihat Foto

STOCKVAULT/GEOFFREY WHITEWAY

Ilustrasi kimia

KOMPAS.com - Laju reaksi kimia dapat berubah menjadi lebih cepat ataupun lebih lambat pada reaktan-reaktan yang sama.

Perubahan ini dipengaruhi beberapa faktor seperti konsentrasi zat pereaksi, luas permukaan molekul zat pereaksi, suhu reaksi, dan katalisator. Berikut penjelasan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi:

Konsentrasi yang memengaruhi laju reaksi adalah jumlah mol dalam satu liter pelarut. Satuan konsentrasi yang digunakan adalah molaritas.

Semakin besar molaritas suatu reaktan, maka akan semakin cepat laju reaksinya berlangsung. Semakin tinggi molaritasnya berarti semakin padat dan banyak molekul yang terkandung.

Molekul tersebut bergerak dan bertabrakan terus-menerus sehingga reaksi akan berlangsung semakin cepat.

Konsentrasi juga memengaruhi laju reaksi dalam bentuk tingkat reaksi atau orde reaksi. Semakin tinggi orde reaksinya, maka akan semakin cepat reaksi tersebut berlangsung.

Jika orde reaksinya nol berarti konsentrasi zat tidak memengaruhi laju reaksi.

Baca juga: Faktor-Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Luas permukaan molekul ataupun partikel reaktan sangat memengaruhi kecepatan reaksi. Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, bila kedua reaktan memiliki permukaan partikel yang luas, gesekan antarpartikel yang bergerak akan lebih sering terjadi.

Hal ini akan menyebabkan reaksi berlangsung menjadi lebih cepat. Reaktan padat yang berbentuk serbuk lebih mudah bereaksi dibandingkan dengan reaktan padat yang berbentuk batangan.

Lihat Foto

FREEPIK

Ilustrasi kimia

Hal ini dikarenakan reaktan serbuk memiliki bidang sentuh yang lebih luas dibandingkan dengan yang berbentuk batangan.

Contohnya adalah sebongkah kayu yang dipotong-potong kecil akan lebih cepat terbakar. Namun jika sebongkah kayu tersebut langsung dibakar tanpa dipotong, kayu akan terbakar lebih lama.

Baca juga: ITB Temukan Katalis Bahan Bakar Ramah Lingkungan Berbasis Sawit

Suhu saat reaksi berlangsung memengaruhi seberapa cepat reaksi berlangsung. Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, semakin besar suhu reaksi, maka akan semakin cepat laju reaksinya.

Kenaikan suhu menyebabkan meningkatnya energi kinetik dan membuat partikel akan bergerak lebih cepat. Hal ini menaikan laju reaksi kimia.

Katalisator adalah zat selain reaktan yang ditambahkan pada suatu reaksi kimia. Katalisator adalah zat kimia yang dapat mempercepat laju reaksi tanpa terpakai dalam reaksi tersebut.

Jika katalis ditambkan pada reaktan, kedua zat tersebut bereaksi membentuk zat yang sangat mudah bereaksi dengan zat reaktan yang lain. Inilah mengapa katalisator dapat mempercepat suatu reaksi kimia.

Baca juga: Ini Faktor-faktor yang Sering Jadi Penyebab Kapal Tenggelam

Katalisator dibedakan menjadi dua, yaitu katalisator homogen dan heterogen. Katalisator homogen adalah katalis yang memiliki fasa sama dengan reaktannya. Jika reaktan memiliki fasa cair, maka katalisatornya juga berfasa cair.

Adapun katalisator heterogen adalah katalisator yang fasanya berbeda dengan reaktan. Jika reaktan memiliki fasa gas, maka katalisatornya memiliki fasa padat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Hai, Sobat Pintar!
Apakah kalian pernah melihat daging sapi yang dimasukkan ke dalam lemari pendingin (freezer)?
Jika pernah, bagaimana teksturnya?
Apakah kalian pernah terfikirkan bahwa daging sapi yang disimpan di dalam lemari pendingin (freezer) cenderung lebih awet jika dibandingkan dengan daging sapi yang disimpan di suhu normal?
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Sobat Pintar, sudah pernah dengar istilah laju reaksi bukan?
Lalu, apasih hubungannya antara laju reaksi dan daging sapi?
Mendengar kata laju, pasti Sobat Pintar langsung kepikiran dengan kecepatan ya?
Oke Sobat Pintar, kali ini kita akan belajar mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, pengertian laju reaksi, orde reaksi dan teori tumbukan.
Wow, makin bingung ya?? Berang-berang lagi ngaca, yuk kita berangkat baca!!!

Pengertian Laju Reaksi


Laju reaksi adalah laju berkurangnya konsentrasipereaksi atau laju bertambahnya konsentrasi hasil reaksi tiap satuan waktu. Secara sederhana, laju reaksi diartikan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi (reaktan) atau reaksi (produk) persatuan waktu.
Laju sendiri memiliki kaitan dengan waktu. Nah, apabila waktu yang dibutuhkan itu singkat, maka lajunya besar. Sebaliknya nih, kalau waktu yang dibutuhkan itu panjang, maka laju tersebut kecil. Artinya, laju berbanding terbalik dengan waktu.
Kalian tahu nggak bahwa laju reaksi juga memiliki persamaan, lho. Persamaan laju reaksi merupakan sebuah persamaan yang memperlihatkan keterkaitan atau hubungan antara laju reaksi tertentu dengan konsentrasi pereaksinya. Berikut merupakan persamaan laju reaksi :


Keterangan :
K = tetapan laju
[X], [Y], [Z] = konsentrasi pereaksi
a, b, c = orde reaksi

Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi


Fenomena laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dapat berlangsung secara cepat, sedang, lambat bahkan sangat lambat. Laju reaksi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, loh sobat! Faktor-faktor tersebut dapat mempercepat laju reaksi atau malah memperlambat laju reaksi. Faktor-faktor tersebut antara lain :

1. Konsentrasi


Photo by Alex kondratiev on Unsplash

Jika konsentrasi pereaksi diperbesar maka laju reaksinya juga akan menjadi semakin cepat. Hal ini terjadi sebab, zat dengan konsentrasi tinggi mengandung jumlah partikel lebih banyak dan rapat. Sehingga partikel satu dengan lainnya akan sering mengalami tumbukan yang mengakibatkan terjadinya reaksi kimia.


2. Suhu


Photo by National Cancer Institute on Unsplash

Reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat pada suhu yang tinggi, sedangkan jika suhunya rendah maka reaksi kimia akanlebih lambat. Sebab, ketika suhu meningkat maka energi kinetik partikel juga semakin besar, hal ini menyebabkan gerak partikel bertambah besar. Sehingga memungkinkan terjadinya tumbukan efektif antarpartikel. Contohnya, daging sapi akan lebih awet jika disimpan di dalam lemari es (freezer) daripada dibiarkan pada suhu ruang, dalam hal ini semakin rendah suhu maka semakin lambat laju reaksi. Sementara pada daging terdapat enzimatau mikroba yang akan menguraikan zat makanan seiring waktu, laju penguraian ini dapat diperlambat atau dihentikan dengan mendinginkan makanan.

3. Luas Permukaan


Photo by Hans Reniers on Unsplash

Jika ada pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, maka tumbukannya terjadi di bagian permukaan zat. Nah, padatan yang bentuknya serbuk halus, punya luas permukaan bidang sentuh yang lebih besar kalau dibandingkan dengan padatan yang berbentuk lempeng atau butiran. Maka, berlaku bahwa semakin besar luas permukaan partikelnya, maka frekuensi tumbukan bisa jadi semakin tinggi. Inilah yang menyebabkan reaksi berlangsung lebih cepat.

4. Katalis


Photo by Chromaograph on Unsplash

Katalis atau katalisator adalah zat yang ditambahkan untuk mempercepat laju reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi tanpa mengalami perubahan hingga akhir proses. Contoh, dekomposisi amoniak dan alkohol menggunakan logam platinum serta konversi pati menjadi gula (glukosa) dengan asam atau enzim.

Orde Reaksi


Orde reaksi menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi pereaksi pada laju reaksi. Orde reaksi tidak dapat ditentukan hanya dari persamaan reaksi, tetapi dapat juga ditentukan menggunakan beberapa cara, seperti:

  1. Jika tahap-tahap reaksi elementer diketahui, maka orde reaksi sama dengan koefisien reaksi tahap paling lambat
  2. Jika tidak diketahui tahap-tahap elementernya, maka orde reaksi ditentukan melalui eksperimen.

Berikut ini beberapa orde reaksi yang umum terdapat pada persamaan reaksi:
Reaksi Orde Nol, jika laju reaksinya tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi.
Reaksi Orde Satu, apabila besar laju reaksinya berbanding lurus dengan besarnya konsentrasi pereaksi.
Reaksi Orde Dua, jika konsentrasi pereaksi dinaikkan 2 kali semula, maka laju reaksinya akan meningkat sebesar (2)2 atau 4 kali semula. Dan apabila dinaikkan 3 kali semula, maka laju reaksinya menjadi (3)2 atau 9 kali semula.

Teori Tumbukan

Dalam proses terjadinya reaksi, ada salah satu teori yang bisa menjelaskan tentang hal tersebut, namanya teori tumbukan. Menurut teori ini, reaksi kimia yang terjadi itu bisa terjadi karena partikel-partikel yang saling bertumbukan.
Kenapa sih, bisa saling bertumbukan?
Tumbukan bisa terjadi kalau ada dua molekul atau lebih dan permukaannya saling bersentuhan di satu titik. Satu titik di sini itu merupakan anggapan bentuk molekul bulat seperti bola. Kamu harus tahu bahwa nggak semua tumbukan bakal menghasilkan reaksi kimia. Tumbukan yang menghasilkan reaksi kimia disebut dengan tumbukan efektif.
Supaya bisa terjadi tumbukan yang efektif harus ada orientasi tumbukan molekul yang tepat. Orientasi sendiri merupakan arah atau letak posisi antarmolekul yang bertumbukan.

Nah Sobat Pintar, Sudah tau kan alasan mengapa daging sapi yang disimpan di lemari pendingin cenderung lebih awet jika dibandingkan daging sapi yang di simpan di suhu normal? Agar dapat memahami materi reaksi kimia lebih dalam atau memahami materi lainnya, Sobat Pintar jangan lupa download aplikasi Aku Pintar di Play Store atau App Store, ya! Ada fitur Belajar Pintar yang bakal nemenin Sobat belajar di rumah. Simak juga artikel-artikel lainnya, yaa.

Writer: Artika Giovani
Editor: Muhammad Fahmi Ridlo