Setelah operasi caesar apakah Bolehkah mengejan BAB?

Tak jarang, banyak Moms yang bertanya berapa minggu boleh jongkok setelah melahirkan. Sebab, posisi ini dikhawatirkan bisa membuat bekas jahitan terbuka atau mengalami prolaps uteri (rahim turun) jika dilakukan terlalu dini usai persalinan. 

Jongkok setelah melahirkan memang sah-sah saja untuk dilakukan, baik oleh wanita yang melakukan persalinan normal ataupun caesar. Namun, mengenai waktu yang tepat, simak penjelasan berikut supaya Moms tidak keliru.

Begini Posisi BAB yang Benar Pasca Operasi Caesar

Moms dapat melakukan jongkok setelah melahirkan ketika tubuh sudah siap melakukan hal tersebut. Namun, kondisi ibu yang baru melahirkan mungkin tidak sekuat sebelumnya, jadi lakukan jongkok secara perlahan dan bertahap.


Baca Juga:
Moms Begini Gambar Perut Bekas Operasi Caesar Yang Akan Sembuh


$[banner_single]$

Sebaiknya setelah operasi caesar, Moms jangan buru-buru untuk BAB dengan posisi jongkok. Moms mungkin memerlukan beberapa minggu sebelum mencoba melakukan jongkok lagi. Untuk benar-benar pulih setelah melahirkan caesar, setidaknya Moms membutuhkan waktu sekitar 6 minggu. Jadi, Moms bisa mencoba jongkok setelah rentang waktu tersebut. 

Akan tetapi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter agar kondisi Anda lebih aman. Hindari melakukan jongkok terlalu dini atau terburu-buru karena dikhawatirkan bisa berbahaya.

Bahaya jongkok setelah melahirkan

Setelah mengetahui kapan boleh jongkok setelah melahirkan normal atau caesar, Anda tentu harus lebih berhati-hati. Melakukan jongkok terlalu dini setelah melahirkan dikhawatirkan berbahaya bagi ibu. Berikut adalah beberapa tanda bahaya jongkok setelah melahirkan yang harus Anda waspadai.

1. Timbul rasa nyeri

Segera hentikan jika Anda mengalami rasa nyeri yang hebat saat jongkok. Rasa nyeri dapat muncul di pinggul, otot paha, atau punggung bawah yang mungkin tak tertahankan. Jangan mengabaikannya karena bisa menjadi pertanda masalah.


Baca Juga:
Kapan Boleh Naik Motor Setelah Operasi Caesar, Waspada Jangan Buru-buru yah Moms


2. Terjadi perdarahan

Anda umumnya akan mengalami nifas setelah melahirkan. Darah nifas pun menjadi lebih ringan dan berhenti seiring berjalannya waktu. Namun, jika keluar darah merah cerah atau terjadi perdarahan yang deras setelah jongkok, sebaiknya Anda harus waspada.

3. Tidak bisa menahan kencing

Setelah melahirkan, sebagian wanita sulit menahan kencing. Tertawa, bersin, atau batuk bisa membuat urine keluar begitu saja hingga terasa mengganggu. Terkadang, jongkok terlalu cepat setelah melahirkan juga dapat memperburuk kondisi tersebut.Jika tanda-tanda di atas muncul, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Anda juga dapat bertanya mengenai berapa minggu boleh jongkok setelah melahirkan.

Agar jahitan pasca caesar bisa segera kering, Moms sebagiknya menggunakan korset melahirkan. Pasca melahirkan, Moms akan membutuhkan korset untuk membantu Moms mengecilkan rahim, mengecilkan perut yang membuncit, dan meredakan nyeri pinggang.

Proses persalinan sudah lewat, tapi ternyata masih ada satu hal lagi yang menakutkan dan terasa sulit bagi Mums. Yaitu, buang air besar (BAB). Kebutuhan dasar satu ini nyatanya memang umum terhambat di hari-hari pertama setelah Mums melahirkan. Kenapa, ya? Yuk, baca hingga tuntas untuk tahu lebih lanjut.

Habis Melahirkan, Kenapa Jadi Sulit BAB?

Terlepas dari bagaimana cara bersalinnya, baik persalinan pervaginam ataupun operasi caesar, semua ibu punya satu kekhawatiran yang sama pasca melahirkan, yaitu BAB. Jika melahirkan secara normal, khawatir bahwa dorongan mengejan dapat membuka jahitan di area perineum. Sementara jika menjalani operasi caesar, Mums mungkin khawatir mengejan akan menyebabkan rasa sakit atau memengaruhi sayatan.

Mums enggak sendirian kok, merasakan hal ini, karena nyatanya kesulitan ini sangat normal terjadi. Pada umumnya, Mums pun akan membutuhkan waktu untuk bisa BAB kembali setelah melahirkan, yaitu 3-5 hari setelah melahirkan. Di sisi lain, beberapa wanita bisa saja memiliki hasrat untuk BAB lebih cepat.

Kenapa sih hal ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor yang mendasarinya, antara lain:

1. Perubahan dasar panggul

Proses melahirkan bayi meregangkan otot-otot di dasar panggul, yang juga dapat menyebabkan perubahan pada rektum. Hal ini membuat lebih banyak tinja mungkin terkumpul di usus sebelum akhirnya dikeluarkan. Selain itu, otot ikut melemah akibat proses melahirkan dan meregang untuk sementara, sehingga sulit untuk membantu pembuangan kotoran.

2. Obat atau suplemen nyeri pasca melahirkan

Beberapa obat pereda rasa nyeri yang diberikan pasca melahirkan caesar turut memengaruhi sistem pencernaan. 

3. Mengonsumsi suplemen zat besi 

Dokter bisa saja meresepkan Mums suplemen zat besi untuk membantu memulihkan kehilangan zat besi yang terjadi selama persalinan. Suplemen gizi ini juga memenuhi kebutuhan bayi akan zat besi melalui ASI.

4. Produksi ASI

Komposisi ASI terdiri dari sekitar 90% air. Itulah mengapa, tubuh akan mengutamakan kandungan air untuk pembuatan ASI dan mengakibatkan usus kekurangan air untuk menjaga feses tetap lunak. Jika asupan cairan Mums kurang, inilah yang kemudian yang menyebabkan terjadinya sembelit.

Baca juga: Penyebab Kembung Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya

5. Jahitan perineum

Pada beberapa persalinan, diperlukan prosedur episiotomi (membuat sayatan di area perineum) untuk memperbesar jalan lahir. Atau, bisa pula mengalami robekan yang tidak terduga selama kelahiran, sehingga Mums akan mendapatkan jahitan di area antara vulva dan anus (perineum). Jahitan ini akan terasa nyeri dan kencang di hari-hari awal setelah persalinan, sehingga membuat Mums khawatir dan memilih untuk menahan buang air besar.

6. Mengalami wasir

Mendorong bayi melalui jalan lahir selama persalinan dapat menyebabkan timbul wasir atau peradangan dan pembengkakan pembuluh darah di rektum dan anus. Kondisi ini memang akan sangat membuat tidak nyaman, sehingga membuat Mums enggan untuk buang air besar pasca persalinan. Pada akhirnya, inilah yang menyebabkan sembelit.

7. Beban pikiran

Faktor psikologis juga ikut berperan menjadi penyebab sulitnya BAB pasca melahirkan. Mums ketakutan akan kesakitan, prosesnya bisa merusak jahitan persalinan, ataupun banyak kegelisahan lainnya. Kondisi stres seperti ini lalu memicu produksi hormon kortisol yang dapat menyebabkan sembelit.

Baca juga: Susah Tahan Pipis Setelah Melahirkan? Atasi dengan Kegel, yuk!

Cara Mengatasinya

Ada beberapa tips yang bisa Mums terapkan agar proses BAB dapat berjalan sebagaimana mestinya. Berikut di antaranya:

  • Cobalah untuk tidak khawatir

Memang, hal ini akan lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan. Tetapi dengan asumsi bahwa Mums tidak mendorong dengan kekuatan yang sangat kuat untuk BAB, maka sangat kecil kemungkinannya hal ini dapat memengaruhi jahitan atau memperparah robekan.

  • Hindari mengejan

Jika Mums harus mengejan kuat untuk BAB itu berarti bahwa tubuh Mums belum siap. Jangan dipaksakan dan beristirahatlah dulu sambil mencukupi asupan cairan dan memperbanyak serat.

  • Redakan wasir

Jika kesulitan untuk BAB berkaitan dengan kondisi wasir, cobalah untuk atasi terlebih dulu dengan cara alami. Dr. Retno Putri, Sp.B dari Vena Wasir Center, menyarankan Mums untuk berendam dengan air hangat. Jika tidak memiliki bath tub, Sediakan baskom atau wadah penampung air yang cukup untuk diduduki, isi dengan air hangat, lalu rendam area bokong selama 10-20 menit sebanyak 2-3 kali sehari.

  • Perbanyak asupan cairan

Minumlah sebanyak yang Mums bisa untuk mengisi kembali cairan yang hilang. Selain air putih, Mums juga boleh minum jus buah segar ataupun makanan berkuah.

  • Serat jangan sampai lewat

Asupan serat akan membuat tinja lebih lembut dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Pastikan Mums mengasup buah, sayur, dan kacang-kacangan sebanyak mungkin, disertai dengan protein hewani.

  • Banyak bergerak

Di hari kedua pasca melahirkan, Mums umumnya sudah bisa untuk turun dari tempat tidur dan berjalan. Hal ini bukan hanya baik untuk proses penyembuhan luka, namun juga untuk metabolisme Mums, lho.

  • Gunakan obat pencahar

Jika semua cara sudah dicoba dan belum bisa memberikan hasil yang maksimal, maka Mums boleh saja mengonsumsi obat pencahar dalam bentuk pil, sirup, maupun suppositoria (obat langsung dimasukkan melalui anus). Pastikan Mums mengonsultasikannya terlebih dulu dengan dokter, ya. (IS)

Baca juga: Waspadai 7 Gejala Awal Depresi Pasca Persalinan

Referensi:

VeryWell. Postpartum Poop

Instagram Live dengan dr. Retno Putri, Sp.B dari Vena Wasir Center

What to Expect. Poop After Birth

Healthline. Ways to Ease Constipation

Bolehkah mengejan saat BAB pasca operasi caesar?

Setelah operasi caesar, ibu perlu menghindari mengejan terlalu keras saat buang air besar untuk menghindari sakit pada luka jahitan.

Bagaimana cara BAB setelah operasi caesar?

Cara mengatasi susah BAB setelah operasi caesar.
Minum air putih..
Mengonsumsi makanan berserat..
3. Berendam air hangat..
Menggunakan pelunak feses..
Mengonsumsi obat pencahar..
6. Bergerak..
7. Jangan mengabaikan rasa ingin BAB..

Setelah operasi caesar kapan boleh BAB jongkok?

Sementara itu, bagi Anda yang melahirkan melalui operasi caesar, Anda mungkin memerlukan beberapa minggu sebelum mencoba melakukan jongkok lagi. Untuk benar-benar pulih setelah melahirkan caesar, setidaknya ibu membutuhkan waktu sekitar 6 minggu. Jadi, Anda bisa mencoba jongkok setelah rentang waktu tersebut.

Apakah boleh mengejan saat BAB pasca melahirkan?

Jangan Abaikan Keinginan untuk BAB Ini karena tubuh Anda akan menyerap air dari kotoran. Jadi cobalah untuk tetap pergi ke kamar mandi jika merasa mulas, tetapi jangan mengejan terlalu kuat atau nanti Anda bisa wasir.